Sebuah epitaf untuk Pieter Erberveld
kategori: Umum - Tanggal Posting : 28/08/2008 18:43 WIB

(tebet 280808)
note:
Puisi ini terinspirasi oleh sebuah prasasti mengerikan yang kini tersimpan di Museum Sejarah Jakarta di Taman Fatahillah. Tentang Pieter Erberveld—seorang indo berayah Jerman, beribukan perempuan Siam —yang dituduh berkhianat dan memberontak pemerintah kolonial, meskipun sampai sekarang banyak ahli sejarah yang menyangsikan tuduhan itu.
Hukuman yang dijatuhkan kepadanya sangatlah biadab! Konon tangan dan kakinya diikatkan ke empat ekor kuda yang berlari ke empat penjuru mata angin. Dapat dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya...tubuhnya hancur tercerai berai! Kisah ini terjadi pada tanggal 22 April tahun 1722 di luar tembok kota Batavia arah tenggara tepatnya di kampung yang sekarang bernama Pecah Kulit.
*Berlayar/pergi ke tanah Kapitein Jaas adalah ungkapan populer di Batavia masa lampau sebagai padanan halus dari kata: mati.
Posting ini telah dibaca : 436 kali|Komentar : 1|
KOMENTAR
0 posting hari ini | 8 posting minggu ini | 28 posting bulan ini
0 blogger baru hari ini | 3 blogger baru minggu ini | 10 blogger baru bulan ini

...atas ucapannya, sari










